Minggu, 21 November 2010

KESIMPULAN DAN SARAN &

KESIMPULAN DAN SARAN

Untuk meraih hasil yang optimal dalam upaya pengembangan industri kreatif, maka dibutuhkan adanya kolaborasi antar aktor utama.

1. Intelektual, bisnis dan pemerintah harus berkomitmen untuk melakukan koordinasi yang berkesinambungan dan mengupayakan sinergi untuk mengembangkan industri kreatif. Komitmen ini meliputi keterlibatan finansial dan non finansial. Dalam hal finansial, pembiayaan program pengembangan industri kreatif dapat dilakukan melalui mekanisme APBN oleh pemerintah pusat atau APBD oleh pemerintah daerah, melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau dana R&D (Research and Development) oleh bisnis, dan melalui alokasi dana riset kepada akademisi peneliti di perguruan tinggi. Sedangkan secara non finansial dapat dilakukan melalui pelaksanaan administrasi publik yang lebih efektif dan efisien, melalui komitmen para tenaga pendidik di perguruan tinggi untuk lebih menekankan aspek kreatifitas dan inovasi dalam proses belajar-mengajar dan melalui dukungan mentoring oleh para pelaku bisnis senior kepada para pelaku bisnis pemula, terutama yang bergerak di sektor industri kreatif.
2. Membentuk knowledge space bagi industri kreatif dengan menciptakan media pertukaran informasi, pengetahuan, ketrampilan, teknologi, pengalaman, preferensi dan lokasi pasar serta informasi-informasi lainnya. Media informasi ini dimaksudkan untuk mengusahakan agar terciptanya kondisi informasi sempurna dan simetris bagi seluruh pelaku usaha yang sangat penting untuk menciptakan iklim industri yang kondusif menuju perkembangan yang lebih agresif.

Setiap aktor memiliki tantangan serta peran yang berbeda-beda dalam mengembangkan landasan dan pilar dalam model pengembangan industri kreatif. Tantangan masing-masing aktor ini dapat dilihat pada matriks di bawah ini.



Sedangkan penjelasan bentuk peran dari masing-masing aktor dapat dilihat pada masing-masing tabel landasan dan pilar industri kreatif di bawah ini.














DAFTAR PUSTAKA


Howkins, John. The Creative Economy: How People Make Money From Ideas, Penguin Books. 2008.

Kelompok Kerja Indonesia Design Power – Departemen Perdagangan, Rencana Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif 2009‐2015, Departemen Perdagangan RI, Jakarta, 2008.

Kelompok Kerja Indonesia Design Power – Departemen Perdagangan, Studi Industri Kreatif 2007, Departemen Perdagangan RI, Jakarta, 2008.

Kelompok Kerja Indonesia Design Power – Departemen Perdagangan, Studi Industri Kreatif 2009, Departemen Perdagangan RI, Jakarta, 2009.

Toffler, Alvin. The Third Wave, London: Pan Books. 1981.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar